Showing posts with label respond. Show all posts
Showing posts with label respond. Show all posts

Sunday, 22 September 2013

The Real Beauty of Woman

For a woman, beauty is like a status to measure where stage she stands on is. The matter is the fact that woman thinks beauty is measured on how pretty she is. Unfortunately, the beauty itself has some categories to be considered before you say you are beautiful.

The first category is having a natural face. It means that you do not need much makeup to be attractive. If you are really beautiful, everybody will say you are beautiful although you do not use any makeup. Based on the small research which was done by a woman to man (kompasiana.com), man actually does not really care about how many kind of makeup you have pour to your face. What they need is the comfort both of you make. On the other hand, there are some jobs which require the employees especially women to be attractive, especially woman with makeup. In that case, you cannot do anything because it is a regulation from your job, but you can still have a natural face. Having a natural face means that you put enough portion to your face. You can use either a soft colour to make your face does not look like a clown or a skin colour to make it look like your real skin.

Doing some exercise is the second category. Beauty is not always measured by your physical appearance. It also depends on your health. Someone who looks so energetic will bring a good aura and it will lead you to a good impression from others. Your health also leads you to a self confidence. If you believe to yourself, you will get good result from everything you have done because what you think and have faith is what you will get. You can start from an easy exercise like jogging, skipping, or everything you think you can do in a short time. Having a good sleep time is also another way to make you healthy and fresh. People prefer to be interested in a woman who is fresh and healthy but not too pretty than a woman who is beautiful but looks so tired.

Another aspect of the real beauty of woman is her intelligence. People will like a woman who has much knowledge. Someone’s knowledge determines how she sees something and how she solves her problem. Woman who has high intelligence can mingle with everybody from every class because she knows how to treat people from up and down classes. With her intelligence, woman also can enhance her status with man. She will not be underestimated by man because she has much knowledge. Woman’s intelligence can also be seen from her experience. Woman with many experiences will be assumed as an active woman. It is also a good impression from others that will give you label as the really beautiful one.

The fourth category is whether the woman is independent or not. Woman who is independent is absolutely a mature one. If you are independent, you will be assumed that you are brave enough to take the blame for what you are going to face. You will also be believed to handle everything by your own. Being independent also can be seen whether or not she can do the house works. Besides your knowledge, a man will see you are beautiful or not from what kind of thing you can do in your house. It is a destiny that woman should take care of the household. Although the globalization has changed everything, but a skill to cook is a must-skill that should be had by every woman. Research found that men love woman who can cook is 33% percents. (merdeka.com)

The last but not least, woman is beautiful when she can take care of her surroundings. Taking care of your surroundings means that you want to share everything you have to others. If you think you have knowledge that others do not, you may share with them. If you think you have some clothes that you seldom wear it, you may also share with them. Taking care of surroundings does not always mean it is your relation to others but also to the environment. Keeping the environment clean from your trash is also a form of taking care of surroundings. The important thing in the society is you will be looked based on your habit and your behaviour. How useful you are for your society and what things you can do for your society are the aspects that your beauty is admitted by others.


To sum up, there are many factors that should be considered as the real beauty of woman, such as: having a natural face, doing some exercise, having high intelligence, being independent, and taking care of her surroundings. 

Sunday, 8 September 2013

It is Fate!

No one knows what his/her life would be later on. Pernah nggak sih lo kepikiran kalo orang baik yang lagi sama lo sekarang bisa jadi orang yang nggak begitu baik lagi nantinya? Atau orang yang di samping lo sekarang adalah orang yang nggak lo suka tapi mungkin nanti di masa depan dia jadi orang yang sangat lo butuhin. Have you ever wondered? It is such a mystery!

Kejadian inilah yang proses menuju pos satunya Alhamdulillah udah gue lewatin, tinggal terusin jalan biar sampe ke pos-pos yang lain aja. Dimulai dari seseorang yang sekarang jadi orang yang berarti banget buat gue ngirimin foto setahunan yang lalu. Kesimpulan yang bisa ditarik dari foto itu adalah; lo nggak akan tau seseorang yang ada di sebelah lo saat itu akan tetap jadi orang yang sama beberapa tahun lagi atau nggak. No one knows.

Gue dan orang yang berarti buat gue ini nggak pernah nyangka kalo kita bisa sampe ke tahapan ini. Kita udah saling kenal sekitar tiga tahunan. Selama dua setengah tahunan itu kita cuma temen baik yang saling dukung satu sama lain. I know his past, so does him. Murni, hanya teman. Kita saling kenal dekat sama masa lalu masing-masing. Tapi semuanya berubah semenjak…Tuhan memutarbalikkan dunia kita. Kita ngelewatin bulan-bulan yang sangat berat; dia sama masa lalunya dan gue sama masa lalu gue. Sampe akhirnya masing-masing kisah hidup kita sama orang yang dulu kita pilih, punya ending yang berbeda walaupun tetap segaris lurus.

Sebagai teman yang baik, being there for your best friend is a must. Kita sama-sama saling being there kalo salah satu dari kita membutuhkan bantuan. Intensitas pertemuan dan komunikasilah yang lambat laun tanpa disadari udah masuk ke dalam jalur which is not supposed to be best friend. Semakin nggak kuat buat nyiksa perasaan sendiri, akhirnya kita memantapkan hati dan pilihan to move our track.

Saat semua orang tau track yang lagi kita ambil sekarang, well, mungkin banyak yang pro, kontra, atau mungkin nggak nyangka. Semua orang di sekeliling kita jadi saksi hidup terhadap proses-proses apa aja yang udah kita lewatin. Jelas aja nggak nyangka. Tapi seharusnya nggak usah heran juga dong because this is Allah’s way.


Tadi malam sahabat gue bilang, “Kalo ada yang ngomong apa-apa nggak usah didengerin, Wis. Anggap aja angin lalu. Ini kan bukan kemauan lo.” Memang benar, ini bukan kemauan gue, this is what is called as fate. Lo mungkin nggak akan sadar kalo fate itu sudah diarahkan menuju lo dengan orang yang udah ditakdirkan untuk lo yang mungkin lo nggak akan nyangka. For those who do not know the processes about how this story ends, please do not even try to tell your assumptions to me because I will obviously choose to be the deaf :))

Friday, 16 August 2013

"Kemerdekaan" di Kalimantan Barat

Dirgahayu RI! Well, yang diharapkan saat seseorang telah berada di tahun yang baru adalah untuk terus maju menjadi yang lebih baik dari sebelumnya. Begitu pula yang sudah pasti diharapkan oleh rakyat Indonesia. Pertanyaanya, siapa yang harus mulai dibenahi terlebih dahulu; masyarakatnya atau pemimpinnya?

Setelah tadi sempat memindah-mindah channel di televisi, saya menemukan kenyataan yang ironi yang terjadi pada Negara kita sendiri. Ini terjadi di daerah perbatasan Malaysia dengan Indonesia, tepatnya di Kalimantan Barat. Pendidikan di Kalimantan Barat sangatlah memprihatinkan. Sekolah banyak yang letaknya jauh hingga membutuhkan waktu yang lama bagi anak-anak untuk menuju kesana. Bangunan sekolah juga tidak selayaknya sekolah yang berada di daerah Jakarta atau kota, para guru juga sering sekali terlambat atau bahkan tidak masuk. Akhirnya anak-anak pun terlantar di sekolahnya.

Hal ini berbanding terbalik dengan keadaan sekolah di Malaysia. Bangunan yang sangat luas, gedung bertingkat nan bagus, dan beberapa ruangan menggunakan pendingin ruangan. Anak-anak bahkan diberikan oleh Malaysia pendidikan yang bebas biaya, diberi jatah makan siang, hingga diberi uang saku setiap harinya. Yang lebih mencengangkannya lagi, pemerintah Malaysia memberikan beasiswa sampai ke perguruan tinggi untuk anak-anak bangsa yang berprestasi.

Jika dibandingkan, tentu saja jauh sekali perbedaannya antara apa yang pemerintah kita lakukan dan pemerintah Malaysia lakukan. Siapa yang tidak ingin bersekolah di tempat yang serba gratis dan layak seperti itu. Saya juga pernah melihat acara televisi beberapa tahun yang lalu tentang orang-orang di perbatasan. Mereka menggunakan mata uang ringgit karena mereka lebih dekat untuk bertransaksi ke wilayah Malaysia dibadingkan dengan Indonesia. Mereka juga menonton acara televisi Malaysia hingga ada yang tidak tahu siapa presiden Indonesia karena mereka benar-benar tidak dijamah oleh Negara kita sendiri. Sejujurnya terasa teriris hati saya ketika melihat acara itu. Memang daerah perbatasan sulit sekali untuk dijangkau, tetapi jika terus menerus tidak ada pergerakan yang cepat dari pemerintah, maka lambat laun akan ada perpecahan di Indonesia.

Menjawab pertanyaan yang tadi saya tulis, dalam kasus ini yang sangat harus dibenahi terlebih dahulu adalah pemimpinnya. Mereka semua harus mampu menarik kembali masyarakat Indonesia dengan segala perbaikan yang minimal setara dengan apa yang Malaysia lakukan. Kemana para anggota DPR yang jumlahnya ratusan itu? Kemana para anggota DPD yang juga jumlahnya ratusan itu? Mulailah pemerintah membenahi diri dengan terus berupaya untuk selalu merangkul seluruh lapisan masyarakat. Seluruh, tanpa beda!

Melihat persoalan-persoalan di Indonesia yang setiap hari makin menjalar, masyarakat dan pemimpin harus sama-sama sering mengintrospeksi diri. Masyarakat harus memiliki kesadaran yang tinggi terhadap kemajuan bangsanya, harus selalu peduli terhadap apapun persoalan di Negara kita, dan juga harus selalu ikut andil dalam memajukan bangsanya. Pemerintah juga harus selalu menjadi medium yang mengayomi masyarakatnya, harus selalu memberikan semua yang masyarkat butuhkan untuk kemajuan bangsanya, dan yang terpenting harus selalu menjaga iman agar tidak terjerumus ke lubang-lubang kotor.

Friday, 2 August 2013

What Are You Chasing for?

Gue terus bertanya-tanya sama diri sendiri dengan “apa sih yang lo kejar wis?” setelah beberapa hari yang lalu gue denger percakapan antara bapak dan ade gue. Kita baru pulang dari rumah bude gue. Kurang lebih begini percakapannya:

A: “Pak, kok cepet banget ya, padahal tadi dede mainnya baru sebentar.”
B: “Iya cepet, karna kamu suka. Coba kaya pelajaran matimatika (bapak bilangnya gitu), pasti kamu ngerasanya lama banget.”
Gue langsung mikir, “bener juga ya…”

Entah kenapa gue akhir-akhir ini kaya “disuruh” nonton film yang seolah-olah ngingetin gue sama kehidupan di hari akhir nanti. Setelah gue nonton Pacific Rim yang di ruang dimana Jaegernya dioperasikan, itu ada tanggal kapan kira-kira dunia akan berakhir karena mereka sempet pesimis kalo mereka nggak bisa ngelawan Kaiju. Ketika udah ada di tanggal itu, jamnya menghitung mundur. Bayangin, serem banget gak sih itu!

Terus yang kedua waktu gue nonton film judulnya Rapture Paloza. Ini lebih serem lagi soalanya nyeritain gimana manusia di detik-detik hari akhir. Kehancuran dunia udah sedikit-sedikit muncul. Hujan darah lah, benda-benda langit banyak yang jatoh ke bumi, jelmaan setan juga udah muncul dan dia yang nguasain bumi. Asli, merinding gue nontonnya. Meskipun akhirnya sangat non sense menurut gue karena ini film komedi gitu, tapi cukup menampar diri gue kalo bumi nggak selamanya hidup dan udah ada yang punya Kuasa atas semua yang sudah, sedang, dan akan terjadi.

Belum lagi, gue dikagetkan sama berita-berita yang makin ngawur banget. Entah yang anak mutilasi ibunya jadi berpuluh-puluh bagian lah, istri bunuh suami tapi abis itu langsung masak biasa lagi di dapur lah, sampe ke yang anak abg loncat ke sungai gara-gara internet connectionnya lemot. SO FUCKIN CRAZY! Gue yang baca berita itu lewat media sosial cuma bisa geleng-geleng kepala. Kelakuan manusia sekarang ini udah bener-bener gila. Ini makin nampar gue untuk menyadari kalo dunia udah ada di ambang yang di luar normal.

Makin takutlah gue akan kuasa Allah yang Maha Besar. Nggak ada lagi sebenernya yang perlu kita kejar di dunia yang semuanya hanya dihiasi kesenangan belaka. Jujur, gue takut saat di hari akhir nanti amal ibadah gue nggak sebanyak yang gue kira. Mungkin aja dosa gue yang terlalu banyak (AAAAK NA’UDZUBILLAH).

Sadar nggak sih kalo semua yang kita punya, kesenangan yang kita dapetin di bumi ini nggak selamanya kita bisa dapetin? Bumi mungkin bisa bertahan sampe beribu-ribu tahun, tapi namanya juga kehidupan dunia, ada batasnya. Apa lagi sih yang kita kejar? Waktu kita nggak banyak. Kita cuma disuruh berbuat baik, ngejalanin apa yang udah Dia perintahkan. Is that hard? Of course! Namanya juga manusia biasa, pasti adaaaaa aja sifat ke”iblis”annya yang kadang nempel. Tapi, masa berbuat hal yang baik-baik dan lurus-lurus aja nggak bisa sih? Bisa kok pasti. Allah nggak akan nyuruh kita berbuat “begini” dan “begitu” kalo kita nggak bisa ngelakuinnya. Wong Allah yang nyiptain kita kok, pasti tau kemampuan hamba-hambaNya.

“Maka adapun orang yang melampaui batas. Dan lebih mengutamakan kehidupan dunia. Maka sungguh, nerakalah tempat tinggalnya.” (Q.S. An-Naazi’at (79) : 37-39)

I ask you once again, what are you chasing for?

Monday, 29 April 2013

Charlene with Her Uncertainty


How to Be an Other Woman is a complicated story which is written by Loorie Moore. There are so many unexpected things Moore reveals in that story. The unique character that Charlene has is combined with the man character makes the story becomes unpredictable. This story makes me think about how Charlene can live her life. I believe that Charlene has weaknesses in her “relationship” that she hard to deal with.

Being a woman who does not have any clear status like Charlene is absolutely exhausted. She cannot ask for more about everything that relates to their “relationship”.

Say: “Call you ‘later’ would sound better than ‘soon’. ‘Soon’ always means just opposite.” He smiles feebly. “I’ll phone you in a few days.”

Charlene tells her opinion but he still does not change his mind to tolerate Charlene’s opinion. He only arranges his words by saying “a few days” which in other words means the same. Nothing Charlene can do because she is not someone who has clear status for him. This condition is same as when I just broke up with my boyfriend and still had a good communication. We were trapped in the situation where we still loved each other but we could not do anything. It is really disturbing me because every woman needs a certainty, so does Charlene.

      The weakness that Charlene cannot deal with also comes when she feds up with this complicated situation but he does not let her go.
You are risking your life for him, spread out like a ridiculous cake on the bed, waiting with the door unlocked, thinking you hear him on stairs, but no.
Charlene completely knows that loving him is only risking herself but her love is reached at the enough depth so she cannot let everything go as easy as other thought. When woman is falling in love, she can do every weird or even ridiculous thing to be with her love—Charlene does. The man she loves will always in her mind, act as everything as her imagination does.

Whisper, “Don’t go yet,” as he glides out of your bed before sunrise and you lie there on your back, cooling, naked between the sheets and smelling of musky, oniony sweat.

He does not want Charlene go because he also enjoys Charlene “play”—come and go as he likes and does not ask for more because she is nobody. I do not know why some men are afraid with commitment. I feel they just think about the temporary happiness because commitment is about the rest of your life. They do not brave to take the blame.

       Charlene also feels extremely tired because she is always haunted with another girl he has.

On the street, all over, you think you see her, the boring hotel-soap stealer. Every woman is her. You smell Cashmere Bouquet all over the place.

Charlene seems have a traumatic with Patricia—another girl he has. She is haunted by Patricia’s figure who is very perfect for him so that he chooses Patricia than her.

“Patricia’s really had quite an interesting life,” he says, smoking a cigarette.

Every woman does not like when her prince says like that. Charlene gets jealous to Patricia. Moreover, Patricia has a high position in her work. She also collects the luxurious things that she keeps on tidy in their apartment. Charlene feels like nobody if she is compared with Patricia. But he still does not let Charlene go. He defends Charlene with the condition that Charlene is too far with Patricia.

       To sum up, Charlene who is other woman to him cannot deal with her weaknesses and those weaknesses come because of his appearance in Charlene life. The one she loves can make the weaknesses that Charlene cannot solve.