Tuesday, 7 January 2014

Tidung Island

Hello 2014!
I'm pretty sure everybody has their own wishes for every year. Let's make best effort and let God do the rest! Aamiin.

Weekend pertama di tahun 2014, saya dan keluarga berkesempatan untuk mensyukuri nikmat Tuhan dengan pergi ke Pulai Tidung. For God's sake, that was the first time I rode a speedboat in an hour and it successfully made my heart beat uncontrollably. On one hand, Pengalaman naik speedboat menjadi nggak asik karena saat itu speedboatnya berlawanan arah dengan ombak. Mual. Pasti banget itu. Nggak tenang juga iya. Gimana mau tenang kalau adek yang duduk di sebelah terus berkicau, "huaaa takut!"


On the other hand, you would never stop saying something to show your gratefulness. I bet. Ombak yang menggulung-gulung tinggi yang mampu membuat jantung jadi tidak karuan berubah saat birunya air laut memberikanmu ucapan selamat datang yang hangat. Waktu itu, saya bersama rombongan dari kantor Ibu saya berangkat menuju Ancol setelah habis shalat subuh. Kami semua benar-benar berangkat dari pintu masuk tol Cijago menuju Ancol sekitar pukul 06.30 WIB. Kami tiba di Marina, Ancol pukul 07.30 dan mobil kami diparkir di tempat yang sudah disediakan, biayanya Rp 20.000 semalam. Perjalanan dari Marina ke Tidung menghabiskan waktu satu jam, tetapi jika dari Muara Angke, yang saya tahu, sekitar dua jam.
Dermaga Marina Ancol



 Iseng naik sepeda sambi cari spot yang bagus untuk difoto, ini potret Pulau Tidung dari sisi lain

Potret dari sisi yang lain lagi

Ada tambahan cerita seru. Setelah mengayuh sepeda berdua dengan adik di siang hari selama 10-15 menit karena dibuat penasaran oleh jembatan cintanya Pulau Tidung, sampai juga kami di jembatan cinta. Tersadar bahwa ada tulisan, "parkir sepeda Rp 2.000", adik memanggil saya memastikan jika saya benar-benar tidak membawa uang. Dengan jantung yang tidak karuan, kami balik lagi dengan saya yang memberanikan diri berkata, "bang, mau balik lagi ya bang." Untungnya abang-abang penjaga itu memberikan izin kami keluar tanpa bayar. Makasih bang hehe. Fyi, untuk yang jalan kaki tidak kena biaya kok. Oh ya, transportasi disana hanya ada sepeda dan becak motor. Becak motor bisa dinaiki lebih dari dua orang jika mau, karena penumpang juga bisa duduk di belakang supir. Ini juga pengalaman terbaru saya terhadap transportasinya, karena mengingat perjalanan yang telah dilalui cukup menegangkan dan berharap agar perjalanan lautnya segera berakhir, berbeda rasanya saat liburan tetapi masih dikelilingi oleh kendaraan berplat B karena Pulau Tidung masuk ke dalam Kabupaten Kepulauan Seribu, Jakarta.


Sore harinya sekitar pukul 14.00 WIB, saya bersama rombongan naik perahu yang berukuran sedang untuk bisa menyelam di tengah lautan. Kami dibawa berkeliling di tengah gulungan ombak dengan jantung yang tentunya semakin tidak menentu karena semakin kecil kapalnya dengan ombak yang semakin besar membuat kami takut, apalagi kemiringan kapal sangat terasa jika ombak sudah menggulung.

Gambaran perahu yang saya naiki, tetapi ini perahu rombongan lain

 Saat di tengah laut



Beningnya air di Tidung


Jembatan cinta

Pria yang Merobek Pikiran

messed up | Tumblr

Mataku berkaca-kaca saat ku tahu ada yang datang. Bukannya tidak senang, tetapi mengetahui siapa yang datang yang membuat jantungku berhenti seketika. Seorang pria dewasa, membuka pintu tepat beberapa detik setelah aku duduk di kursi yang dipersilakan, ia melihatku sekejap lalu kembali mengurusi pekerjaannya. Beberapa detik yang cukup merobek pikiranku. Aku hanya termenung memikirkan apa yang terjadi denganku karena tak ada yang mampu menolongku. Sedih. Kacau. Kata-kata yang membingkaiku saat itu.

Image source: http://weheartit.com/entry/75505969/via/arantxacf

Friday, 29 November 2013

Oh Cabai


Good evening, everyone!

Mungkin beberapa orang yang kenal sama gue udah tahu kalau gue nggak suka sama cabai. Bukan cuma cabai aja sih, apapun yang mempunyai rasa pedas nggak cocok sama lidah gue. Mungkin beberapa dari kalian juga penasaran kenapa gue nggak suka sama cabai dan apapun yang pedas-pedas, termasuk sindirian pedas. Gue disini pakai kata mungkin untuk menghibur diri sendiri. Ya kan beranggapan aja kalo bakal ada yang penasaran. Bantu senengin gue ya.

Saat gue keceplosan makan pedas, gue nggak alergi kok, tapi lidah gue rasanya menolak mentah-mentah buat si rasa itu masuk. Ada beberapa alasan yang membuat gue nggak suka banget sama cabai dan apapun yang pedas.

Pertama, pedas tuh ya…pedas. Gue nggak ngerti saat teman-teman gue nanya ke gue, “Wis, kenapa gak suka pedes?” Gue cuma jawab, “Ya karena pedes.” Gue terus memutar-mutar apa yang ada di otak gue, pedas kan pedas, kenapa juga masih tanya gak suka. Pedas tuh ya nggak enak, menurut gue. Entah kenapa, mungkin saking jarang bangetnya makan pedas, jadi indra pengecap gue bagian perasa pedasnya tuh masih berfungsi dengan sangat baik. Saat teman gue suka sama pedas, menurut logika gue, berarti tempat untuk merasakan rasa pedasnya udah semakin kebal sama rasa pedas, jadi nggak heran ada yang tingkat kesukaan sama makanan pedasnya tuh meningkat. Begitu pula yang terjadi dengan gue. Berhubung gue nggak suka pedas, jadi tempat merasakan pedas di lidah gue masih berjalan baik dan kalau kesentuh makanan pedas sedikit langsung terasa.

Kedua, pedas tuh bikin gue ngeces.  Bahasa Sundanya tuh ngacay, ya pokoknya hasil terjadinya air liur berlebih yang tidak bisa tertampug oleh mulut. Kebayang nggak tuh kalau gue lagi makan bareng-bareng tau-taunya makanannya pedas dan bikin gue ngacay. Masalahnya, karena yang nggak pernah suka sama pedas ini udah dari awal banget lahir ke bumi, ngacaynya tuh nggak sebentar. Kan jadi bete sendiri meskipun yang ngacaynya gue, kalo nanti air liur gue habis gimana? Ya maklum, bukan anak biologi jadi taunya air liur bisa habis.

Ketiga, pedes itu bikin gue harus banyak minum. Faktanya, gue termasuk orang yang cukup lumayan sering minum saat makan, karena  gue udah dibiasain untuk minum air putih yang banyak sama Bapak Prasetyo. Terbukti dari jaman SD sampe kuliah gue selalu bawa botol minum sendiri ke tempat gue sekolah. Kebayang nggak kalo gue udah sering minum pas makan, eh makanan yang dimakannya pedas. Kemungkinan gue minumnya akan jadi berkali-kali lipat lebih banyak dari biasanya. Pengalaman yang paling gue ingat adalah, waktu itu di kelas 9 SMP, gue belajar bareng teman gue di rumahnya, karena udah jam makan siang, ibunya masak mie goreng untuk kita, tapi sayangnya teman gue ini lupa bilang sama ibunya kalau gue nggak suka pedas jadi weh sambal di mienya dicampur sama ibunya. Gue yang saat itu sudah bisa mencium aroma sambal di mie gue cuma bisa berdoa dan makan mie itu dengan penuh rasa menghargai ibunya teman gue. Seinget gue mienya nggak habis karena gue sudah super kekembungan akibat minum 1,5 liter air putih. Gue nggak kuat jalan dan ngapa-ngapain saat itu. Dada gue udah sesak banget karena napas gak bisa kekontrol akibat kekenyangan.

Please, don’t “lebay lo!” me. Gue tau emang mungkin terdengar amat berlebihan bagi orang lain, tapi terimalah gue apa adanya. Halah Wis. Sampai sekarang, sudah banyak teman dan semua orang yang dekat sama gue memotivasi untuk bisa menyembuhkan gue dari ketidaksukaan terhadap pedas ini. Sampai sekarang sih gue masih nggak bisa makan cabai dan yang pedas-pedas. Meskipun gue udah sekitar 51.411.663 kali ditipu sama penjual makanan nasi goreng, mie goreng, dan sebagainya, tapi gue masih nggak makan pedas kok, karena Bapak Prasetyo selalu melindungi gue dari serangan cabai dan aneka pedas-pedasan, yippiiii!!!

Well, gue merasa ini anugerah, karena gue berbeda dengan yang lain haha. Sampai sekarang teman-teman dan pacar gue masih bersama gue kok meskipun gue berbeda.

Sumber gambar: http://viknovi.blogspot.com/2013/01/cabai-merah.html

Friday, 25 October 2013

Happy Birthday to Me!

Selamat ulang tahun ya Wisny…semoga bisa sehat selalu, dikelilingin sama orang-orang yang baik, dimudahkan urusannya, dan tercapai semua cita-citanya aamiin! Loh, nggak apa-apa kan doain untuk diri sendiri? Hehe. Semoga yang membaca juga berbalik ya doanya :D

Well, I’m 19 now!

What do I feel? Nothing’s different but I think this is the time to show to everybody that it’s me, I exist.

How is that? Doing many things very well and being the extraordinary one.

Being nineteen is like I have more responsibility to take and to live it by myself. Nobody can help but me. Bahkan kayaknya tuh udah bukan saatnya lagi lo berada di balik punggung orang tua minta bantuan mereka, tapi lo yang harus siap pasang dada untuk ngelindungin orang tua lo. Ngelindunginnya pake kesuksesan yang udah lo capai selama ini sehingga mereka punya anak yang bisa dipasang dadanya di depan mereka saat orang lain nanya, “anaknya gimana pak/bu?” Orang tua lo tinggal pasang dada lo di depan mereka dengan bilang, “Alhamdulillah pak/bu, begini sekarang.” Whooaaa, what a life!

Di ulang tahun yang ke-19 ini gue sangat bersyukur buanget punya temen-temen yang selalu ada buat gue, dan alhamdulillahnya pacar yang beberapa bulan ini mewarnai hidup gue. Cerita kejutannya sederhana dan bermakna, dan gue tetep terkejut karena ketidakpekaan gue terhadap sesuatu hal. Jadi hari Jumat itu, @annisahaps @arinaprm dan @NettiRahmawati nonton three on three di kampus. Gue sih emang nggak terlalu tertarik sama basket, ditambah lagi hari itu gue punya gosokan yang udah teriak-teriak minta perhatian gue, jadi nggak masalah buat gue untuk nggak ikut mereka. Sekitar jam setengah dua siang saat matahari lagi puanas banget kalo di Jatinangor, tiga kucrut itu dateng ke kosan gue dengan bawa kue. Gue seneng banget akhirnya bisa ngerayain berempat lagi, lengkap! Ceritanya beda sama pacar gue yang semenjak dari kemaren udah mulai cuek sama gue. Emang dasarnya gue nggak peka, gue cuma sakit hati sedikit karena dia cuek sama gue. Sakit hati gue bertambah banyak setelah dia cuma ngeread whatsapp gue dan ngucapin happy birthday jam 3-an. Saat itu gue cuekin balik, dalam hati gue cuma bilang, “terserah lo deh.” Sekitar jam 9 malam, ada yang ngetok pintu kamar gue dengan suara ketukan yang kenceng dan buru-buru banget, suara ketukannya kayak ngetuk pake kentongan, sumpah. Disitu gue takut banget, gue takut kalo itu orang jahat atau apapun. Terus gue langsung minta pacar gue untuk nelfon gue dengan segera. Dia bilang kalo itu bukan siapa-siapa dan minta gue buat nengok keluar. Ya gue takut lah, banget! Sampe Iqbal memohon buat buka pintunya, baru gue buka setelah 10 menitan. Jeng jeng! Gue dapet dua bingkisan. Dua-duanya dari Iqbal. Bingkisan pertama tuh hasil gambarnya dia gitu, gambar huruf “W” dihias sama pesan-pesan dan harapan dia buat gue, ditambah surat yang mencurahkan isi hatinya buat gue. Bingkisan satu lagi adalah sweater merah yang lucu banget, ngingetin gue sama Iron Man, ughhh! Waktu gue lagi ngeliat keseluruhan sweaternya, label harganya belum dicopot. Duh iqbal lupa bilang sama abang-abangnya, jadi ketauan deh kan :p

Well, my nineteen is full with gratefulness. Nggak ada habis-habisnya gue bersyukur dikelilingin sama orang-orang yang baik banget di hidup gue. No more precious birthday than your life is fulfilled by worthy people. Happy 19 on October 19th!

Monday, 21 October 2013

Backpacker ke Jogja

Hello fellas!
It’s been long time since I didn’t write anything and just updated the old post. Sekarang gue mau berbagi pengalaman tentang liburan yang sebenernya udah lewat cuma baru sempet nulis sekarang. I went to Jogja last holiday. Sebenernya sih bukan liburan yang mewah, gue dan teman-teman SMA gue kesana berlibur ala backpacker. Gue punya beberapa tips yang sebaiknya lo lakuin sebelum pergi liburan.

  1.  Decide where you want to go. Pastiin lo mau pergi kemana dalam jangka waktu minimal 3 bulan sebelum keberangkatan. Jangan anggap sepele karena tiga bulan itu terhitung sebentar dan nggak setiap hari juga lo akan keingetan tentang liburan lo, so decide immediately.
  2.  Make sure who will join. Masalah yang ini juga bisa dihitung sebagai masalah serius karena kadang ada juga orang yang mungkin belum pasti terus agak lama ngasih kepastiannya. Cara ngatasin temen yang kaya gitu harus dengan omongan baik-baik, bilang aja kalo dia belum pasti nanti lo susah booking penginapan dan tiket keretanya. Kalau dia belum pasti karena susah dapet izin dari orang tuanya, mungkin lo dan temen-temen yang lain bisa bantu ngomong ke orang tuanya.
  3. Book train ticket and hotel ASAP. Sebenernya yang jadi main pointnya itu booking penginapan. Jogja bukan kota yang nggak terkenal, dan jangan kira kalo yang bakal liburan kesana itu cuma lo doang meskipun lo liburan di bukan hari libur. Gue sempet punya pengalaman, rencananya beberapa minggu lagi gue mau berlibur kesana, tapi karena baru fix tentang siapa aja yang mau ikut di H-14 jadi gue dan temen-temen baru mulai panik cari penginapan. Luckily, kita masih sempet dapet hotel kelas bawah setelah hampir 30 kali nelfon ke setiap penginapan. Semakin awal lo booking, semakin bisa dapet penginapan yang terjangkau dan enak juga. Kereta sih sebenernya masih bisa lo dapetin dengan cukup mudah, apalagi kalo yang berangkatnya dari Jakarta. Lo bisa pilih untuk naik kereta yang pastinya udah didiskusiin sama lo dan temen-temen. Untuk sampe ke Stasiun Tugu, lo bisa naik kereta ekonomi yang notabene sekarang ekonominya udah pake AC, kisaran harganya 140 ribu. Kalo emang lo mau naik yang the real economy class, itu nggak turun di Stasiun Tugu, lo akan turun di Lempuyangan. Kalau yang dari daerah sekitaran Bandung, itu naiknya dari Stasiun Kiara Condong dengan harga tiket kisaran 50 ribu. Biasanya sih untuk liburan ala murah meriah bisa pake kereta ini. Jangan khawatir, bisa booking online juga kok.
  4. Make an itinerary. Ini juga bisa jadi salah satu masalah saat liburan. Jangan sampe saat udah excited banget bisa ke Jogja eh nggak taunya cuma tau Parangtritis sama Candi Borobudur doang. Don’t waste your time, buddy. Bisa liburan bareng temen-temen tuh once in a blue moon. Sebelum lo berangkat, kenali dulu kota itu dengan baik, cari tau tempat mana aja yang bakal lo kunjungin. Jangan sampe ada hari dimna lo nggak tau mau kemana lagi. Jangan sering-sering di penginapan juga, it’s a waste!
  5. List all of things you must bring. Pas lagi nyantai nih, mending lo tulis daftar apa aja yang harus dibawa untuk pergi. Sehari sebelum berangkat bisa lo check lagi sebelum akhirnya lo nyesel ada satu barang yang nggak kebawa padahal itu bisa jadi penting.
  6. Prepare yourself well. Jangan cuma perlengkapan sama tiket-tiket aja yang udah lo siapin, kesehatan diri sendiri juga. Jaga kesehatan sebelum pergi, karena ga akan seru banget kalo lo liburan tapi malah sakit. Jangan ngelakuin hal yang aneh-aneh juga sebelum lo liburan, pokoknya siapin diri lo sebaik mungkin.

Mungkin ini bisa jadi referensi untuk liburan ke Jogja kalian. Ini daftar perjalanan yang waktu itu gue lakukan dari hari Selasa, 20 Agustus 2013 - Sabtu, 24 Agustus 2013.

Day 1 (Selasa)
14.00 Berangkat dari rumah ke stasiun Senen
18.30 Kereta berangkat

Day 2 (Rabu)
03.00 Sampai di Stasiun Tugu
05.30 Berangkat ke penginapan
06.00 Istirahat di penginapan (ngelempengin kaki)
10.00 Mandi dan beres-beres
11.00 Berangkat ke Taman Pintar
16.00 Sampai ke penginapan, istirahat
19.00 Main di sepanjang jalan Malioboro
22.30 Kembali ke penginapan

Day 3 (Kamis)
09.00 Mandi
10.00 Berangkat ke Pantai Indrayanti naik mobil sewaan
12.00 Sampai di Pantai
14.00 Berangkat  ke Gunung Api Purba
15.30 Sampai di Gunung Api Purba
18.30 Berangkat ke Bukit Bintang (Kalau nggak salah)
19.00 Sampai di Bukit Bintang
20.30 Sampai di penginapan
22.00 Berangkat ke patung SUPERSEMAR
00.30 Sampai di penginapan

Day 4 (Jumat)
09.00 Sewa sepeda
13.30 Belanja ke Malioboro
15.30 Jalan-jalan naik sepeda
20.00 Makan
21.00 Berangkat ke alun-alun utara
23.30 Minum Kopi Jos
01.00 Tugu
02.30 Sampai di penginapan

Day 5 (Sabtu)
08.00 Beli oleh-oleh
09.00 Mengembalikan sepeda
09.30 Sarapan
10.00 Istirahat, packing
15.00 Berangkat ke Stasiun Tugu
18.00 Kereta berangkat

Ini adalah beberapa tempat yang gue kunjungin waktu di Jogja.

Stasiun Tugu adalah stasiun yang beda banget dari stasiun yang pernah gue kunjungin. It is very cozy station! Nuansa Jawanya berasa banget, nyamannya juga berasa di rumah karena stasiun ini bersih banget.

Pemandangan Gunung Api Purba di jam setengah lima sore

Bebatuan Gunung Api Purba

Perempuan manis di Gunung Api Purba (peace)

Bukit Bintang is very incredible!

Ke Alun-alun Utara tuh mesti banget naik sepeda neon yang seru banget!

Tugu Cinta! Boong deng, Tugu Jogja!

Perhatiin lampu-lampunya aja ya

Salah satu hewan di Taman Pintar

Ilmu astronomi di Taman Pintar

It's Physics

Ini makhluk yang menghibur selama di Jogja

Di depan Taman Ilmu

Ini keadaan di malam harinya Jalan Malioboro ujung, dekat gedung BNI. Foto ini diambil di depan Benteng Vredeburg. 

Ini di sisi kiri Benteng Vredeburg


Pantai Indrayanti yang super beautiful!

Perhatiin pemandangannya aja ya, dia udah punya pacar

Well, Jogja was very memorable and incredibly awesome place!

Friday, 27 September 2013

Perhatian dan Pengertian

Perhatian dan pengertian sebenernya adalah dua hal yang sejenis, menurut gue. Gue mulai aware dengan dua kata ini setelah pengalaman untuk ber-LDR diuji lagi. LDR yang lagi dijalanin bukan sekedar antarprovinsi yang bisa sebulan sekali ketemu, we are in the different island. Beda pulaunya juga nggak yang berarti deket terus bisa ketemu mungkin tiga bulan sekali, tapi dia ada di Sabang, Indonesia.

Nggak gampang emang buat memutuskan untuk kembali menjalani LDR kalo orang yang akan jadi partner lo cemen banget. Dengan pengalaman LDR yang pernah gagal, untuk seorang perempuan yang sangat perlu komitmen, it was a hard decision. Beruntungnya karena ternyata partner yang sekarang punya daya juang yang tinggi untuk mempertahankan dan memperjuangkan, so nothing to worry.

Pasangan gue memiliki cara pandang yang hampir sama kayak gue, tapi nggak semuanya sama. Salah satunya adalah tentang perhatian dan pengertian. Pasangan gue yang ini orangnya boleh dibilang sangat perhatian, untuk masalah perempuan yang selalu mau diperhatiin, gue nggak perlu khawatir karena dia udah ada di level yang lebih dari cukup untuk bisa memperhatikan pasangannya. Gue, yang kata pasangan gue, salah satu temen gue, dan secara general gue menilai diri gue sendiri, I’m lack of giving as much as affection which he does. Gue lebih menanggapi semuanya dengan simple dan mencoba mengerti gimana rasanya jadi orang lain. Gue juga orangnya sangat mentolerir banyak hal asalkan itu positif. Maksudnya gini, saat lo pacaran dan itu berhubungan jarak jauh, nggak ada lagi yang bisa lo andalkan selain smartphone dan koneksi internet, so as possible as you can, you will always keep in touch with him, right? Berhubung semua mahasiswa yang selalu memiliki tugas banyak, gue akan sangat ngerti saat pasangan gue lebih memilih semua hal yang berhubungan dengan dunia perkuliahannya dibandingkan gue, and I’m okay. I really am. Ya karena manusia sifatnya beda-beda, mungkin bisa dibilang bahwa he does not tolerate as much as I do to him. Kita berkebalikan. Sifat gue yang selalu mentolerir banyak hal lah yang jadi mengesankan gue terlalu cuek sama pasangan gue karena gue akan oke-oke aja kalo misalnya hampir seharian dia nggak menghubungi gue demi semua hal yang berhubungan dengan dunia perkuliahannya. In fact, I do not mean to be like that.


Setelah dikomunikasikan dengan panjang lebar dan secara dewasa tentang apa aja yang kita mau, intinya adalah; pasangan gue membutuhkan perhatian, dan gue membutuhkan pengertian. Well, maybe I cannot do the affection as much as you do to me, but I will do as hard as I can to you karena sebenernya untuk mencoba menjadi sessuatu hal yang kita belum terbiasa itu susah loh, tapi kalo berhasil berubah tuh sesuatu yang harus diapresiasi. Being well-known because of the behavior which sticks to you is good, but it cannot be better if you have as much as good behavior you can have. Perhatian dan pengertian itu bukan pilihan, tapi emang harus ada dua-duanya dalam satu hubungan.

Sunday, 22 September 2013

The Real Beauty of Woman

For a woman, beauty is like a status to measure where stage she stands on is. The matter is the fact that woman thinks beauty is measured on how pretty she is. Unfortunately, the beauty itself has some categories to be considered before you say you are beautiful.

The first category is having a natural face. It means that you do not need much makeup to be attractive. If you are really beautiful, everybody will say you are beautiful although you do not use any makeup. Based on the small research which was done by a woman to man (kompasiana.com), man actually does not really care about how many kind of makeup you have pour to your face. What they need is the comfort both of you make. On the other hand, there are some jobs which require the employees especially women to be attractive, especially woman with makeup. In that case, you cannot do anything because it is a regulation from your job, but you can still have a natural face. Having a natural face means that you put enough portion to your face. You can use either a soft colour to make your face does not look like a clown or a skin colour to make it look like your real skin.

Doing some exercise is the second category. Beauty is not always measured by your physical appearance. It also depends on your health. Someone who looks so energetic will bring a good aura and it will lead you to a good impression from others. Your health also leads you to a self confidence. If you believe to yourself, you will get good result from everything you have done because what you think and have faith is what you will get. You can start from an easy exercise like jogging, skipping, or everything you think you can do in a short time. Having a good sleep time is also another way to make you healthy and fresh. People prefer to be interested in a woman who is fresh and healthy but not too pretty than a woman who is beautiful but looks so tired.

Another aspect of the real beauty of woman is her intelligence. People will like a woman who has much knowledge. Someone’s knowledge determines how she sees something and how she solves her problem. Woman who has high intelligence can mingle with everybody from every class because she knows how to treat people from up and down classes. With her intelligence, woman also can enhance her status with man. She will not be underestimated by man because she has much knowledge. Woman’s intelligence can also be seen from her experience. Woman with many experiences will be assumed as an active woman. It is also a good impression from others that will give you label as the really beautiful one.

The fourth category is whether the woman is independent or not. Woman who is independent is absolutely a mature one. If you are independent, you will be assumed that you are brave enough to take the blame for what you are going to face. You will also be believed to handle everything by your own. Being independent also can be seen whether or not she can do the house works. Besides your knowledge, a man will see you are beautiful or not from what kind of thing you can do in your house. It is a destiny that woman should take care of the household. Although the globalization has changed everything, but a skill to cook is a must-skill that should be had by every woman. Research found that men love woman who can cook is 33% percents. (merdeka.com)

The last but not least, woman is beautiful when she can take care of her surroundings. Taking care of your surroundings means that you want to share everything you have to others. If you think you have knowledge that others do not, you may share with them. If you think you have some clothes that you seldom wear it, you may also share with them. Taking care of surroundings does not always mean it is your relation to others but also to the environment. Keeping the environment clean from your trash is also a form of taking care of surroundings. The important thing in the society is you will be looked based on your habit and your behaviour. How useful you are for your society and what things you can do for your society are the aspects that your beauty is admitted by others.


To sum up, there are many factors that should be considered as the real beauty of woman, such as: having a natural face, doing some exercise, having high intelligence, being independent, and taking care of her surroundings.